Halaman

Selasa, 09 Juli 2019

Perikanan Budidaya Dan Perikanan Tangkap


Perikanan adalah kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hayati perairan. Sumberdaya hayati perairan tidak di batasi secara tegas dan pada umumnya mencakup ikan,amfibi,dan berbagai avertebrata penghuni perairan dan wilayah yang berdekatan, serta lingkungannya. Perikanan tangkap berbeda dengan perikanan budi daya,adalah usaha penangkapan ikan dan organisme air lainnya di alam liar (laut,sungai,danau, dan badan air lainnya). Kehidupan organisme air di alam liar dan faktor faktornya (botik dan abiotik) tidak di kendalikan secara sengaja oleh manusia.perikanan tangkap sebagian besar di lakukan di laut, terutama di sekitar pantai dan landasan kontinen. Perikanan tangkap juga ada di danau dan sungai. Masalah yang mengemuka di dalam perikanan tangkap adalah penagkapan ikan berlebih dan polusi laut. Sejumlah spesies mengalami penurunan populasi dalam jumlah yang signifikan dan berada dalam ancaman punah.hal ini mengakibatkan jumlah tangkapan ikan di alam liar dapat mengalami penurunan secara umum.
Berlawanan dengan perikanan tangkap,perikanan budidaya di operasikan di daratan menggunakan kolam air atau tangka, dan di badan air yang terpagari sehingga organisme air yang di pelihara  tidak lepas kea lam liar budidaya perikanan meniru system yang terdapat  di alam untuk membiakan  dan membesarkan ikan. Meski perikanan budi daya terus berkembang, tetapi sumber ikan utama yang di konsumsi manusia masih di dapatkan dari perikanan tangkap, bahkan sumber protein utama yang di dapatkan dari alam liar.
Manusia sudah sejak lama memanfaatkan perairan sebagai sumber makanan. Kegiatan menangkap ikan seperti memancing dan menjala sudah akrab dengan kehidupan manusia yang tinggal di sekitar lingkungan perairan.

Sayangnya, pencarian ikan di perairan bebas dengan cara tradisional mempunyai banyak kendala karena manusia sebagai makhluk yang hidup di lingkungan terestrial tidak dapat melihat ikan sebagai sasarannya dengan jelas dan jumlah populasi sasaran belum bisa diperkirakan. 
Oleh sebab itulah dewasa ini banyak dikembangkan teknologi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi keberadaan ikan di suatu perairan misalnya dengan menggunakan satelit, sonar ataupun peralatan canggih lainnya.
Sejalan dengan perkembangan manusia, masalah-masalah yang dihadapi pun menjadi lebih kompleks antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Pertambahan jumlah populasi manusia.
  2. Kurangnya sumber makanan terutama yang berharga murah tetapi mempunyai kandungan protein tinggi.
  3. Produksi perikanan laut sudah hampir mencapai kemampuan maksimumnya.
  4. Usaha pertanian yang tidak mengalami perkembangan secepat pertumbuhan populasi manusia.
  5. Adanya tuntutan untuk menciptakan suatu bentuk kehidupan yang lebih baik.

Untuk mendapatkan sumber penghasilan yang lebih baik tersebut, maka manusia berusaha untuk mengembangkan suatu proses yang diharapkan dapat menjaga kelangsungan tersedianya makanan dari lingkungan akuatik tanpa merusak lingkungannya, yang selanjutnya kita kenal sebagai proses budidaya perairan.

Dalam membudidayakan organisme perairan (misalnya ikan) pada perkembangannya dikenal berbagai macam wadah/cara budidaya. Mulai dari sistem yang paling sederhana dan paling banyak dilakukan seperti kolam sampai sistem budidaya yang dapat berpindah seperti karamba.

Pemilihan wadah yang digunakan umumnya didasarkan pada jenis ikan yang akan dibudidayakan, lokasi budidaya (danau, sungai, perairan pantai atau lahan lainnya), dan juga didasarkan pada biaya/modal yang dimiliki oleh pengelola.

Secara garis besarnya jenis-jenis wadah dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu sistem kolam, sistem air deras, sistem karamba dan sistem tambak.
Jenis-jenis wadah budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh sumber daya air di mana kegiatan akuakultur akan dilakukan. Kualitas dan kuantitas air dapat menentukan jenis wadah yang cocok untuk budidaya ikan.
Perairan tawar dengan aliran yang kecil hingga sedang cocok untuk wadah sistem kolam.
Perairan tawar dengan aliran deras sangat cocok untuk kolam air deras. Waduk, danau atau jenis reservoir lain yang memiliki badan air yang cukup, dapat dibangun wadah budidaya dengan sistem karamba jaring apung (KJA).
Pasang surut laut yang memungkinkan tersedianya cukup air payau, dapat dibangun wadah budidaya dengan sistem tambak.
Budidaya ikan dewasa ini semakin dibutuhkan ekosistemnya agar dapat menghasilkan produksi ikan yang permintaannya semakin meningkat di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, maka berbagai sarana budidaya telah mulai berkembang. Sarana budidaya ikan yang relatif sederhana dan telah banyak dilaksanakan oleh pembudidaya ikan adalah bentuk kolam-kolam tradisional.
Seiring dengan perkembangan teknik budidaya ikan, maka sarana budidaya dalam bentuk karamba jaring apung (KJA) mulai berkembang pesat. Sarana budidaya ikan yang dipilih, pada umumnya berdasarkan jenis ikan yang akan dibudidayakan, lokasi budidaya, serta modal yang dimiliki oleh pihak pembudidaya ikan.

Jenis - Jenis Wadah Budidaya Perikanan
  1. Kolam Tanah
  2. Kolam Air Deras
  3. Kolam Drum
  4. Kolam Parit
  5. Karamba
  6. Karamba Tancap
  7. Karamba Jaring Apung
  8. Kolam Terpal
  9. Bak